Cara Hipnotis Cepat Untuk Pemula

Selama ini banyak orang mengira hipnotis termasuk praktek sulap atau klenik yang sering disalahgunakan. Padahal, hipnosis termasuk metode ilmiah yang berguna untuk berbagai terapi psikologi. Tertarik mempelajarinya? Begini cara hipnotis cepat bagi pemula yang perlu Anda ketahui.

Perbedaan Hipnosis, Hipnotis, dan Hipnotism

Sebelum membahas lebih lanjut tentang cara menghipnotis orang lain, sebaiknya ketahui perbedaan antara hipnosis, hipnotis, dan hipnotisme terlebih dahulu.

1. Hipnosis

Hipnosis merupakan seni komunikasi untuk eksplorasi dan mempengaruhi pikiran bawah sadar orang lain. Istilah hipnosis sendiri bermula dari nama seorang dewa tidur dari mitologi Yunan, yaitu Hipnos. Kenapa dinamakan demikian?

Ternyata seseorang mudah terhipnosis saat dalam keadaan trance, yaitu ketika gelombang otak berada di antara alfa dan theta. Frekuensinya sekitar 8-12 Hz untuk alfa, serta 4-8 Hz untuk theta. Setidaknya seseorang mengalami trance 1 kali/ hari, yaitu saat baru bangun tidur atau menjelang tidur.

2. Hipnotis

Jika hipnosis adalah metode untuk eksplorasi pikiran bawah sadar orang lain, maka hipnotis adalah orang yang melakukan hipnosis. Sedangkan hipnotisme adalah ilmu tentang hipnosis. Untuk menjadi hipnotis handal, Anda perlu mempelajari ilmu hipnosis secara cermat dan latihan sesering mungkin.

Apalagi, ada beberapa orang yang sulit terhipnotis. Biasanya mereka termasuk orang yang kesulitan fokus pada satu hal. Sedangkan orang yang gampang tenggelam dalam pikirannya sendiri memiliki tingkat sugestibilitas tinggi. Sehingga mereka mudah menerima sugesti hipnotis.

3. Hipnoterapi

Hipnoterapi merupakan cara hipnotis cepat untuk melakukan terapi psikologis. Tujuannya untuk memberikan sugesti kepada klien, sehingga dapat membantunya menyelesaikan masalah tertentu. Misalnya, seseorang melakukan hipnoterapi untuk mengatasi phobia pada hewan tertentu.

Selain dimanfaatkan untuk terapi psikologis, hipnosis juga berguna untuk bidang penjualan bisnis atau biasa disebut hypnoselling. Ilmu ini biasanya digunakan para pengusaha atau tenaga sales yang ingin menerapkan seni komunikasi paling efektif untuk menarik pembeli.

7 Tahapan Cara Hipnotis Cepat

Hipnosis bukanlah kegiatan sembarangan yang bisa dilakukan asal-asalan. Untuk bisa menghipnosis orang lain, ada 7 tahapan yang perlu Anda lakukan secara berurutan. Apa sajakah itu? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Pre-Talk

Sebelum menghipnosis orang lain, hal pertama yang perlu Anda lakukan yaitu melakukan pre-talk atau pre-induction. Bisa dibilang tahapan ini merupakan pendekatan antara Anda dan target yang akan dihipnotis. Sehingga tercipta suasana hipnosis yang kondusif.

Dalam sesi pre-talk, Anda bisa berkenalan dan melakukan percakapan ringan dengan target untuk memahami lebih dalam bagaimana karakternya. Kenali kondisi psikologisnya, mulai dari pemahaman mereka tentang hipnosis hingga apa saja hal-hal yang diminati, ditakuti, dan sebagainya.

Lakukan pre-talk secara mendalam agar proses selanjutnya bisa berjalan lebih lancar. Jangan sampai Anda kurang memahami kondisi psikologis target, sehingga nanti terjadi hal-hal yang tak diinginkan selama hipnosis berlangsung.

2. Induction

Setelah sesi pre-talk dirasa sudah cukup, cara hipnotis cepat selanjutnya adalah membawa target memasuki tahap induction. Dalam tahapan ini, Anda akan mengajak target berpindah dari kondisi sadar menuju alam bawah sadar.

Caranya, gunakan kalimat-kalimat sugesti yang mampu mempengaruhi target. Ada 2 macam induction yang bisa Anda terapkan, yaitu authoritarian dan permissive. Berikut perbedaan keduanya:

a. Authoritarian

Sesuai namanya, jenis induction authoritarian dilakukan dengan penuh otoritas terhadap target yang dihipnotis. Biasanya dalam bentuk kalimat-kalimat perintah untuk melakukan sesuatu. Misalnya, dengan memerintah target untuk mengangkat tangan atau memejamkan matanya hingga tertidur.

Jenis induction ini mampu memungkinkan proses hipnosis lebih cepat, hanya dalam beberapa menit atau detik. Namun, jangan asal menerapkan jenis induction ini kepada semua orang. Sebaiknya terapkan induction authoritarian kepada target yang memiliki tingkat kepatuhan tinggi.

b. Permissive

Kebalikan dari authoritarian, cara hipnotis cepat sesi induction permissive lebih bersifat memberdayakan atau biasanya berupa sugesti dengan kalimat ajakan.

Salah satu tekniknya yaitu progressive relaxation dan flower method. Biasanya digunakan saat proses hipnoterapi pada klien yang memiliki tingkat sugestivitas rendah

3. Depening

Setelah melewati proses induction, Anda perlu membawa target hipnosis ke tahapan depening. Jika sebelumnya target telah masuk kondisi trance ringan, pada tahapan ini Anda perlu mengajaknya untuk memasuki kondisi trance secara lebih dalam lagi. Sehingga proses hipnosis berjalan lebih maksimal.

Tahapan ini sangatlah penting, terutama untuk menangani kasus-kasus psikologis yang cukup rumit. Karena dalam keadaan trance secara lebih dalam, sugesti yang Anda berikan pada target akan lebih mungkin diterima secara optimal.

4. Dept Level Test

Dari tahapan deepening, Anda bisa langsung masuk ke tahap dept level test sebagai cara hipnotis cepat selanjutnya.

Sesuai namanya, tahapan ini merupakan sebuah tes khusus untuk menilai seberapa jauh kesadaran target. Apakah target sudah masuk ke alam bawah sadar secara dalam atau justru masih berada di pikiran sadar.

Pengujian tingkat kesadaran tersebut bisa Anda lakukan dengan mengganti sugesti. Jika sebelumnya Anda cenderung menggunakan pertanyaan “ya atau tidak”, Anda bisa menggantinya dengan meminta target melakukan gerakan tertentu. Misalnya, meminta target angkat tangan jika setuju.

Pengalihan jenis sugesti tersebut berguna agar target tidak kembali ke pikiran sadar, karena biasanya target mudah tersadar kembali ketika diminta berbicara. Dari hasil tes ini, nantinya Anda bisa menyimpulkan apakah target telah memasuki kondisi trance lebih dalam atau belum.

Jika masih belum memasuki trance secara lebih dalam, sebaiknya ulangi proses depening. Jangan langsung melaju ke tahap berikutnya sebelum target benar-benar masuk kondisi trance yang sangat dalam.

5. Suggestion

Setelah target memasuki kondisi trance mendalam, Anda bisa langsung menjalankan cara hipnotis cepat berikutnya dengan suggestion atau pemberian sugesti tertentu sesuai tujuan hipnosis. Misalnya, Anda ingin mensugesti orang lain agar dia berhenti merokok.

Maka ucapkan kata-kata persuasif untuk memintanya berhenti merokok. Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan agar berhasil memberikan sugesti yang dipatuhi target, diantaranya:

  • Gunakan kata-kata yang positif. Fokus tunjukkan keuntungan atau fakta-fakta yang menjadi tujuan target, bukan pada hal yang dihindari. Misalnya, untuk meminta target berhenti merokok, sebaiknya tunjukkan fakta bahwa berhenti merokok dapat menjaga organ paru-paru lebih sehat.
  • Lakukan repetition atau pengulangan. Jadi, jangan hanya menyampaikan 1x sugesti, tapi lakukan pengulangan beberapa kali, sehingga semakin tertancap di alam bawah sadar target.
  • Gunakan kalimat present tense atau bersifat saat ini dan hindari janji-janji atau kata-kata “akan”.
  • Berikan sentuhan emosi dan imajinasi, sehingga sugesti bisa diterima lebih kuat.

6. Termination

Jika proses suggestion telah berakhir, Anda bisa langsung mengajak target menuju tahap termination, yaitu sugesti untuk mengakhiri hipnosis. Biasanya target akan terbangun dari tidur dan dalam dirinya telah terbangun konsep baru sesuai sugesti positif yang diberikan.

Misalnya, seorang perokok disugesti agar berhenti merokok. Setelah hipnosis berakhir, maka dia masuk termination yang menjadikan tubuhnya lebih rileks dan memiliki sugesti positif, yaitu setuju untuk berhenti merokok. Ketika ditawari rokok, dia akan menolaknya sebagaimana sugesti hipnotis.

7. Post Hypnotic

Tahapan terakhir yaitu post hypnotic yang bertujuan untuk memaksimalkan sugesti yang telah disampaikan. Perhatikan beberapa hal berikut untuk melakukan Post Hypnotic Suggestion (PHS) dengan baik:

  • Berikan kalimat-kalimat trigger yang mampu memicu target secara lebih spesifik
  • Libatkan emosi dan imajinasi yang tinggi, sehingga target lebih tersentuh secara emosional
  • Ingat untuk selalu menggunakan kalimat present tense. Hindari kata-kata “akan” atau “nanti”
  • Lakukan pengulangan sugesti beberapa kali agar target lebih terpacu untuk menyetujui sugesti yang diberikan

Harapannya, PHS bisa memicu target untuk meyakini sugesti dalam waktu lebih lama. Namun, jika dari nilai-nilai atau kebiasaan baru yang disugestikan bertentangan dengan prinsip target semula, biasanya kepatuhan terhadap sugesti tersebut tidak bisa bertahan lama.

Setelah melewati semua tahapan tersebut, target akan kembali dalam keadaan normal. Beberapa saat di awal usai dibangunkan, mereka masih berada dalam kondisi trance dan merasa sangat rileks. Tapi lama kelamaan mereka akan kembali dalam kondisi sadar.

Demikian pembahasan lengkap tentang cara hipnotis cepat bagi pemula dari Theta Institute. Dari artikel di atas, dapat disimpulkan bahwa hipnotis termasuk seni komunikasi untuk mempengaruhi alam bawah sadar orang lain. Manfaatnya pun beragam, mulai dari terapi psikologi individual hingga tujuan bisnis.

One comment

Leave a Reply