Cara Mempraktekkan Conversational Hypnosis

Kegiatan hypnosis tidak akan pernah terlepas dari yang namanya komunikasi, baik itu dilakukan secara terang-terangan (overt) ataupun secara terselubung (covert). Pengaplikasian conversational hypnosis yang terkesan terselubung (covert) tentu saja membuat kegiatan ini tidak dapat diketahui dan disadari oleh subyek, sudah jelas ini merupakan suatu alat persuasi yang luar biasa.

Lalu pertanyaannya, bagaimana mungkin ketika melakukan conversational hypnosis tidak akan diketahui dan disadari oleh subyek? Begini penjelasan sederhananya, dalam mempraktekkan conversational hypnosis kita tidak perlu untuk meminta ijin atau persetujuan dari subyek terlebih dahulu, tidak perlu pengkondisian khusus dan hanya menggunakan percakapan alamiah tanpa melibatkan tidur trans. Hasilnya, subyek akan merasa dirinya terlibat dalam suatu percakapan biasa, padahal tanpa ia sadari telah berada dalam keadaan trans dan sugesti terus-terusan diluncurkan ke pikiran bawah sadarnya.

Belajar conversational hypnosis atau hypnosis percakapan bukan bertujuan untuk mengubah gaya komunikasi, justru dengan memanfaatkan gaya komunikasi yang alamiah namun penuh dengan muatan-muatan teknik persuasi yang ampuh untuk membuat subyek menjadi lebih patuh. Hal ini perlu dipahami, karena disaat kita mengubah gaya komunikasi, subyek yang sudah mengenal kita dengan baik akan merasa ada yang aneh yang akhirnya keterhubungan antar pikiran bawah sadar kita dengan subyek menjadi terputus.

  1. Cara mempraktekkan conversational hypnosis dapat diawali dengan menentukan tujuan atau outcome terlebih dahulu. Jangan sampai kita tidak memiliki tujuan yang jelas. Semisal, disaat mempraktekkan hal ini dengan orang yang belum kita kenal, menetapkan tujuan pertama yaitu untuk mendapatkan nomer handphone, email atau mungkin alamat rumah.
  2. Yang kedua adalah membuat subyek merasa nyaman dan aman dengan keberadaan diri kita di dekatnya. Ini yang menjadi kunci keberhasilan pertama dalam conversational hypnosis. Jadi, selama subyek belum merasa aman dan nyaman dengan kita, maka outcome yang sudah kita tentukan di awal tidak akan pernah tercapai.
  3. Berikutnya, membuat subyek memasuki kondisi trans alamiah yang dibutuhkan dalam kegiatan conversational hypnosis. Kemudian kita mengamati dan menilai sinyal-sinyal trans yang muncul pada diri subyek, pada saat inilah jika kita nilai sudah masuk dalam kondisi trans yang dibutuhkan maka sugesti, ide ataupun gagasa menjadi lebih masuk ke dalam pikira bawah sadar subyek.
  4. Dan yang terakhir, jangan lupa untuk meninggalkan jejak berupa kesan yang mendalam kepada subyek. Kesan ini dapat dibangun sejak awal percakapan di bangun, karena sebagai praktisi conversational hypnosis Anda perlu memiliki persona ataupun citra diri yang kuat. Dari sinilah awal perjalanan Anda sebagai seorang master persuader dimulai.

Dikesempatan yang akan datang semoga bisa saya tuliskan cara menghipnotis orang yang sudah belajar hipnotis tanpa disadari dan diketahuinya, karena setiap orang yang sudah mempelajari hypnosis memiliki kepekaan yang cukup baik bila dirinya akan dipengaruhi, namun dengan menggunakan conversational hypnosis, maka seorang praktisi hypnosis pun tidak akan tau dirinya sedang dihipnosis.

One comment

Leave a Reply