Memahami Hipnosis lebih Dalam, Sebuah Ilmu yang Sangat Ilmiah Memiliki Jutaan Manfaat

Kata hipnosis mungkin sudah sering terdengar di telinga Anda. Sekilas, kata ini memang mirip dengan hipnotis. Lantas, apakah maknanya sama? Untuk memahami hipnosis lebih dalam, mari simak artikel berikut ini.

Apa Itu Hipnosis?

Hipnosis merupakan suatu praktik psikologis yang kerap digunakan untuk mengatasi kondisi mental seseorang. Proses hipnosis melibatkan induksi atau sugesti untuk membuat pikiran Anda menjadi rileks.

Istilah ini pertama kali muncul pada awal abad ke-19. Sebagian orang menyebut istilah ini dikemukakan oleh orang Perancis bernama Étienne Félix d’Henin de Cuvillers. Namun, beberapa orang lainnya percaya bahwa istilah ini dikemukakan oleh seorang ahli bedah Skotlandia, Dr. James Braid.

Apa Perbedaan Hipnosis, Hipnotis, dan Hipnotism?

Jika sudah benar-benar memahami hipnosis, pasti Anda tahu apa perbedaan antara hipnosis, hipnotis, dan hipnotism. Meskipun terdengar mirip, nyatanya ketiga istilah ini memiliki makna yang berbeda.

Hipnosis artinya teknik komunikasi untuk mengeksplor alam bawah sadar. Teknik ini biasanya dilakukan oleh seorang hipnotis dalam peristiwa hipnotism. Jadi, dapat dibilang hipnosis adalah ilmunya, hipnotis adalah subjeknya, sementara hipnotism adalah kegiatannya.

5 Cabang Hipnosis yang Bermanfaat

Setidaknya, ada 5 cabang hipnosis yang Anda kenal di Indonesia. Berikut daftarnya:

  1. Stage hypnosis, dipergunakan untuk hiburan. Cabang hipnosis ini sering Anda temukan di televisi Tanah Air
  2. Clinical hypnosis, dipergunakan untuk membantu mengatasi berbagai masalah yang berkaitan dengan perilaku atau emosi
  3. Anodyne awareness, menggunakan hipnosis untuk kepentingan anestesi
  4. Forensic hypnosis, bertujuan untuk menggali data atau informasi penting dari pikiran seseorang guna mewujudkan kepentingan tertentu. Biasanya, cabang ini digunakan untuk penyidikan
  5. Experimental hypnosis, merupakan penggunaan hipnosis untuk eksperimen, baik kepada diri sendiri maupun orang lain

Bagaimana Cara Kerja Hipnosis

Bila Anda benar-benar ingin memahami hipnosis, rasanya tidak afdol jika tidak mengetahui cara kerjanya. Berikut cara kerja terapi hipnosis:

  1. Ketika sesi hipnosis dimulai, hipnoterapis akan memandu Anda untuk rileks dan fokus lewat pembicaraan atau penekanan kata secara berulang-ulang
  2. Bila Anda sudah masuk dalam kondisi rileks, pikiran akan mudah menerima sugesti dari luar. Kemudian, hipnoterapis akan memberikan Anda sugesti sesuai tujuan dan kesepakatan awal.
  3. Sugesti yang diberikan bisa berupa melupakan suatu kenangan, menghentikan kebiasaan, dan lain sebagainya. Saat mengalami kondisi ini, Anda memiliki kesadaran 100% dan tidak tidur
  4. Jika tahap pemberian sugesti sudah selesai, hipnoterapis akan membangunkan Anda atau pada beberapa kasus, Anda bisa bangun dengan sendirinya
  5. Setelah itu, Anda sudah boleh meninggalkan tempat hipnosis. Diharapkan, semua sugesti yang diberikan bisa mengakar dalam pikiran, sehingga mengubah kebiasaan atau pikiran Anda sesuai keinginan.

Supaya hipnosis berjalan dengan lancar, Anda harus memilih hipnoterapis yang sudah berpengalaman dan bersertifikat di bidangnya. Saat ini, sudah banyak ahli hipnosis yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.

Apa Buktinya Jika Hipnosis Itu Ilmiah?

Bukan sulap, bukan sihir, ternyata hipnosis merupakan salah satu teknik pengobatan di dunia kesehatan. Bahkan, ada bukti ilmiah yang menyatakan hal tersebut.

Menurut David Spiegel, seorang psikiater asal Universitas Stanford Amerika, hipnosis akan membuat seseorang mengalami peningkatan aliran darah pada otak. Lewat pindai otak yang dilakukannya, masyarakat jadi mengetahui bahwa bagian otak manusia tersusun atas materi putih dan hitam.

Ketika di hipnosis, bagian peningkatan aliran darah tersebut akan terlihat lebih mencolok dibandingkan area sekitarnya. Sehingga, ketika terapi berlangsung, Anda dapat mengelola kecemasan dan rasa sakit secara mandiri.

Apa Buktinya Jika Kita Setiap Hari Dapat dalam Kondisi Hipnosis?

Memahami hipnosis kerap ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, meskipun Anda tidak menyadarinya. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, hipnosis merupakan kondisi dimana Anda memfokuskan pikiran terhadap suatu hal.

Misalnya, Anda mendengar ada diskon besar-besaran di toko X. Pasti alam bawah sadar Anda akan mensugestikan diri untuk berbelanja di toko tersebut. Adanya kata ‘diskon’ dalam penawaran itu membuat perhatian Anda terfokus.

Bagaimana Cara Formal Menghipnotis?

Setidaknya, ada lima cara formal dalam menghipnotis seseorang. Berikut tahapannya:

1. Pre Induction

Tahap pre induction dimulai saat ahli hipnotis mendekati subjek. Pendekatan ini bertujuan untuk mengetahui informasi yang dapat digunakan untuk memfokuskan pikiran subjek. Biasanya, ahli hipnotis akan menanyakan sugestibilitas subjek, kebiasaan, minat, dan lain sebagainya.

Untuk sugestibilitas subjek, ahli hipnotis umumnya akan melakukan tes untuk mengetahui tingkat sugestivitasnya. Bila pre induction tidak berjalan dengan baik, maka teknik selanjutnya tidak akan berhasil.

2. Induction

Bila sudah mengetahui tingkat sugestivitas Anda, ahli hipnotis akan menentukan teknik hipnosis yang tepat sesuai dengan induksi Anda. Pada tahap induksi ini, Anda akan dibawa dari kondisi normal menuju ke kondisi hipnosis atau trance.

Sebenarnya, ada banyak jenis induksi. Namun, yang paling umum digunakan adalah sebagai berikut:

  • Rapid induction, dilakukan secara mengejutkan. Biasanya, dipakai untuk hiburan saja
  • Progressive relaxation induction, proses induksi dilakukan dengan relaksasi yang bertahap. Induksi ini cocok untuk pengobatan berbagai penyakit mental, menghilangkan kebiasaan buruk, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan dunia kesehatan

3. Deepening

Seperti namanya, proses ini akan membawa Anda agar masuk lebih dalam lagi ke alam bawah sadar Anda. Semakin dalam kondisi hipnosis, maka akan semakin kuat pula otak Anda mampu menerima sugesti.

Kedalaman kondisi hipnosis sendiri bisa dilihat dari beberapa fenomena yang muncul. Setidaknya, ada 4 model yang mampu menjelaskan tingkat kedalaman hipnosis seseorang, yakni:

  • Stanford Scales
  • Herry Arrons Depth Level Scale
  • Friedlander-Sarbin Scale
  • Davis-Husband Depth Level Scale

4. Sugesti

Bila Anda sudah mencapai tingkat kedalaman yang tepat, ahli hipnotis akan langsung memberi sugesti. Berikut dua jenis sugesti yang populer.

  • Non therapeutic suggestion, umumnya tidak menghasilkan efek therapeutik bagi Anda. Jadi, sugesti ini digunakan untuk sekadar hiburan saja
  • Therapeutic suggestion, menghasilkan efek therapeutik yang kerap digunakan dalam proses hipnoterapi

5. Termination

Memahami hipnosis memang tidak dapat terlepas dari proses termination. Termination merupakan proses untuk mengembalikan kondisi Anda dari hipnosis menuju ke sadar normal. Biasanya, proses termination ini menggunakan metode hitungan naik dari angka 1 menuju ke angka 5.

Bagaimana Cara Kerja Pikiran?

Ada dua jenis pikiran, yakni pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Namun, keduanya saling berkomunikasi, bekerjasama, dan merupakan suatu kesatuan. Berikut cara kerja pikiran Anda.

  1. Pertama, panca indera akan mengidentifikasi informasi yang masuk
  2. Kemudian, informasi yang masuk akan dibandingkan oleh otak dengan referensi, pengalaman, dan lain sebagainya
  3. Otak akan menganalisis informasi tersebut dengan lebih detail dengan cara membaginya menjadi komponen yang kecil
  4. Selanjutnya, pikiran akan mengambil keputusan atau menunjukkan respon terhadap informasi yang masuk

Apakah Hipnosis Itu Bisa untuk Kejahatan?

Baik atau tidaknya suatu ilmu sebenarnya sangat bergantung pada orang yang menggunakannya. Hipnosis memang dapat digunakan untuk modus kejahatan. Pasalnya, ilmu ini dapat membuat seseorang kehilangan kendali untuk sementara waktu dan mengikuti sugesti yang diberikan oleh hipnotis.

Kesimpulan

Memahami hipnosis memang cukup penting untuk diketahui. Selain menyembuhkan berbagai penyakit mental, mengetahui hal ini juga dapat menghindarkan Anda dari beberapa modus tindak kejahatan. Bila Anda menguasai ilmu ini, sebaiknya pergunakan dengan baik agar tidak merugikan orang lain. Semoga artikel memahami hipnosis dari Theta Institute ini bermanfaat untuk Anda.

5 Comments

  1. Sangat mencerahkan artikel ini. Semoga dapat memberikan wawasan bagi orang awam tentang hipnosis. Apapun ilmunya semua tergantung kepada siapa yang memiliki. Jangankan hipnosis. Ilmu kedokteranpun jjika dikuasai orang yang kurang bertanggung jawab dapat disalahgunakan. Tetaplah berkarya untuk bangsa !!

  2. Saya sangat bersyukur bisa belajar hypnosis di THETA INSTITUT. Materi lengkap ilmunya manfaat dan trainer yang ramah dalam membimbing sampai peserta mampu menguasai hypnosis. Terima kasih Theta Institute

Leave a Reply