Inilah Mitos dan Fakta Terkait dengan Hipnotis

 Istilah hipnotis pasti sudah tidak asing lagi di telinga Anda. Seiring berjalannya waktu, memang banyak orang yang sudah memahami bahwa hipnotis bukan ilmu hitam. Namun, tetap saja ada sebagian kelompok yang masih menganggap istilah tersebut sebagai hal tabu.

Agar tidak salah kaprah, mari simak beberapa penjelasan terkait hipnotis, mulai dari sejarah, fakta, mitos, hingga manfaatnya.

Sejarah Hipnotis

Penggunaan hipnotis ternyata sudah ada sejak zaman Mesir Kuno. Kala itu, hipnotis dipraktekkan untuk ritual penyembuhan maupun keagamaan. Secara garis besar, sejarah hipnotis dibedakan menjadi dua, yakni:

1. Hipnotis Kuno

Catatan sejarah hipnotis yang tertua diketahui berasal dari Ebers Papyrus. Beliau menjelaskan praktek dan teori terkait pengobatan bangsan Mesir Kuno sekitar tahun 1552 SM. Ebers Papyrus menceritakan bahwa dahulu kala ada sebuah kuil bernama Kuil Tidur.

Kuil tersebut dijadikan sebagai tempat pengobatan yang memiliki kekuatan magis. Para pendeta menyembuhkan pasien dengan cara menumpangkan tangan pada kepala pasien sambil memberikan sugesti.

Selain itu, cara pengobatan yang sama juga dilakukan oleh seorang Kaisar Vespasian, Raja Mesir bernama Pyrrhus, Francis I, hingga Pangeran Charles X. Kala itu, masyarakat juga menemukan lukisan misterius di dinding kuil India. Lukisan tersebut menggambarkan proses pengobatan saat pasien berada dalam kondisi trance.

2. Hipnotis Modern

Seiring berkembangnya zaman, ilmu hipnotis juga turut mengalami kemajuan hingga beralih dari kuno ke modern. Hipnotis modern muncul pada abad ke-18. Kisahnya dimulai saat seorang pendeta bernama Gassner melakukan pengobatan dengan metode hipnotis.

Pendeta tersebut percaya bahwa orang-orang dapat mengalami sakit jika kemasukan setan. Maka dari itu, beliau mengadakan pengusiran setan untuk menyembuhkan berbagai penyakit tersebut.

Ketika hendak menyembuhkan pasien, Gassner meminta pasiennya untuk duduk berjajar di barisan kursi gereja. Kemudian, beliau akan menyentuh tubuh pasien menggunakan tongkat salibnya. Pasien tersebut nanti akan tersungkur ke lantai dan tidak sadarkan diri.

Ketika pasien tidak sadarkan diri, masyarakat menganggap mereka sudah mati. Namun, saat pasien bangun kembali, masyarakat menganggap mereka sudah lahir kembali dengan kondisi yang suci.

Mengapa Hipnotis Dikaitkan dengan Ilmu Hitam?

Di Indonesia sendiri, hipnotis memang kerap dikaitkan dengan ilmu hitam dan sihir. Pasalnya, masyarakat tidak mau membuka diri terhadap perkembangan zaman dan perubahan ilmu pengetahuan. Selain itu, sejarah hipnotis juga menggiring opini masyarakat ke arah yang mistis.

Indonesia sangat erat kaitannya dengan berbagai tradisi klasik. Ketika ilmu hipnotis muncul, masyarakat merasa ada sesuatu yang janggal karena orang-orang dapat tertidur, kemudian melaksanakan perintah yang diberikan.

Jika dipikir menggunakan logika, hal itu memang cukup mustahil. Bahkan, sebagian besar orang menyebut hipnotis mengikutsertakan jin atau roh di dalamnya. Padahal, hipnotis bukan ilmu hitam dan dapat dibuktikan secara ilmiah.

Mitos Tentang Hipnotis

Penjelasan mengenai hipnotis memang sudah banyak tersebar dimana-mana. Namun, Anda harus pandai menyaring berbagai informasi yang masuk. Pasalnya, ada beberapa mitos terkait hipnotis yang beredar di masyarakat. Berikut beberapa diantaranya:

  1. Hipnotis mampu mengendalikan pikiran manusia dan membuat seseorang kehilangan kendali
  2. Hipnotis bertujuan untuk mempermalukan seseorang
  3. Asal hipnotis adalah kekuatan supranatural, ilmu hitam, dan sejenisnya
  4. Ketika dihipnotis, seseorang tidak dapat kembali ke keadaan semula
  5. Hipnotis dapat dijadikan sebagai alat pengungkap kebohongan
  6. Ada beberapa orang yang kebal terhadap hipnotis

Fakta Tentang Hipnotis

Selain fakta bahwa hipnotis bukan ilmu hitam, terdapat sejumlah fakta lainnya, seperti:

1. Poin Utama Hipnotis adalah Konsentrasi

Hipnotis dapat terjadi jika Anda berkonsentrasi terhadap suatu hal secara spesifik. Ketika semua fokus tercurah ke suatu hal, Anda akan seolah-olah terpisah dari lingkungan sekitar.

Hal ini juga dapat Anda lihat saat pertunjukkan hipnotis berlangsung di layar televisi. Para ahli akan melontarkan kata-kata, seperti “tatap mata saya…”, “pikirkan suatu benda…”, atau “perhatikan titik hitam…”

2. Selama Hipnotis Tubuh Tetap Terjaga

Ketika melihat hipnotis di acara TV, mungkin Anda berpikir bahwa orang-orang yang dihipnotis tidur seketika. Namun, faktanya mereka tidak tertidur, melainkan terjaga seutuhkan. Peristiwa yang Anda lihat di TV merupakan efek dari kondisi trance.

Seluruh organ akan tetap terjaga seutuhnya, hanya saja kondisi mata terpejam dan tubuh menjadi benar-benar rileks. Jadi, ketika dihipnotis, seseorang akan sadar sepenuhnya dan memiliki kontrol atas tubuhnya sendiri.

3. Hipnotis Membutuhkan Persetujuan

Ternyata, hipnotis membutuhkan persetujuan dan izin dari diri Anda sendiri. Jadi, tubuh dan mental Anda harus siap agar hipnotis benar-benar berhasil. Dengan kata lain, hipnotis tidak mengambil kesadaran Anda, ya.

4. Imajinasi Mencapai Level Maksimal Selama Hipnotis

Ketika Anda sedang berada dalam pengaruh hipnotis, imajinasi Anda berada dalam level maksimal. Maka dari itu, tak heran jika Anda dapat menuruti semua sugesti yang diberikan meskipun sugestinya aneh.

Misalnya saja, penghipnotis mensugestikan bahwa teman Anda adalah seorang artis Korea. Karena level imajinasi Anda sangat tinggi, Anda menjadi berkhayal dan menganggap sugesti tersebut benar adanya.

5. Hipnotis Dapat Dilakukan Sendiri

Siapa bilang jika hipnotis hanya dapat dilakukan oleh orang profesional yang berpengalaman? Faktanya, hipnotis dapat dilakukan oleh siapapun dan kepada siapapun. Dengan kata lain, Anda bisa melakukan hipnotis terhadap diri sendiri.

Jadi, jelas sekali bahwa hipnotis bukan ilmu hitam, ya. Contoh sederhananya adalah saat Anda menyetir mobil, Anda mensugestikan diri sendiri untuk membawa mobil dengan hati-hati agar selamat sampai tujuan. Selain itu, yoga dan meditasi juga termasuk dalam self-hypnosis karena membutuhkan konsentrasi yang tinggi.

Manfaat Hipnotis

Setelah mengetahui berbagai mitos dan faktanya, apakah Anda penasaran apa saja manfaat hipnotis? Berikut beberapa manfaat hipnotis dalam kehidupan sehari-hari:

1. Menciptakan Efek Anestesi

Dalam bidang kedokteran, hipnotis cukup banyak digunakan untuk menciptakan efek anestesi alami. Biasanya, metode ini digunakan oleh dokter gigi dan para ahli bedah. Namun, manfaat ini lebih banyak digunakan pada zaman dahulu kala sebelum ditemukan obat bius.

2. Menampilkan Kemampuan Seseorang

Semua manusia pasti memiliki kelebihan dan keunikan tersendiri. Sayangnya, tidak semua orang berani menampilkan bakat yang dimiliki. Maka dari itu, hipnotis dapat dijadikan sebagai salah satu sarana untuk mengumpulkan kepercayaan diri seseorang dalam menunjukkan kemampuannya.

3. Menggali Informasi

Ternyata, hipnotis juga digunakan dalam bidang keamanan dan kepolisian. Biasanya, metode ini dipakai untuk menggali informasi dari para saksi maupun korban kejahatan. Dengan bantuan hipnotis, seseorang akan mengingat kejadian dalam keadaan tenang.

4. Menyembuhkan Gangguan Mental

Masyarakat Indonesia memang kurang memahami masalah mental bahkan terkesan menyepelekannya. Kehadiran hipnotis ternyata mampu membantu proses penyembuhan mental seseorang. Mulai dari gangguan kecemasan, depresi, anxiety, insomnia, dan lain sebagainya dapat diatasi dengan hipnotis.

5. Mengatasi Trauma

Masa lalu yang kelam mungkin dapat memicu terbentuknya trauma dalam diri seseorang. Menyembuhkan trauma memang tidak mudah dan membutuhkan waktu yang sangat lama. Dengan bantuan hipnotis, Anda dapat mengatasi trauma dalam waktu yang singkat.

Namun, tetap saja durasi penyembuhan sangat bergantung pada tingkat keparahan dan kondisi diri Anda sendiri. Jadi, sebenarnya ilmu hipnotis berasal dari pikiran alam bawah sadar yang dilakukan demi kebaikan Anda sendiri. Maka dari itu, dapat dipastikan hipnotis bukan ilmu hitam, ya. Anda bisa hubungi tim Theta Institute jika ingin belajar lebih lanjut melalui whatsapp.

Leave a Reply